Soft Launching...!!

Perdana, open selling perumahan subsidi berkualitas

Mutiara Citra Residence 2 (MCR2)

👉 Lokasi sangat strategis
👉 Akses langsung jalan raya
👉 Angkutan umum 24jam
👉 Dekat ke stasiun KRL Cikarang

Alamat : Jln. Pilar - Sukatani KM 5 Kp. Blokang



✔ Harga Jual : Rp.178.000.000
✔ Booking : Rp. 1.000.000
✔ Biaya Surat-surat : Rp. 8.000.000
✔ Uang Muka : Rp. 1.780.000
✔ Angsuran : Rp. 1.162.974


Total DP Sampai Terima Kunci:
Rp. 9.000.000
(50 Unit Pertama)


Silahkan Hubungi:
Bagus Properti
📞 081906688244
Banyak sekali keluhan pembeli rumah dikarenakan proses pengajuan KPR rumah subsidi yang sangat lama. Ada yang proses KPR nya lebih dari 1 tahun baru di acc, itu pun belum tentu bisa akad kredit. Mana sudah terlanjur keluar duit banyak!! jadi dilema deh.. di cancel duit hangus, dilanjut terasa seperti gada kepastian alias di PHP.

Penyebab proses pengajuan KPR lama


  1. Persyaratan yang kurang menunjang
  2. Data diri kurang valid
  3. Marketing kurang kompeten
  4. Legalitas rumah belum beres
  5. Kuota rumah subsidi FLPP terbatas



Apa yang menyebabkan proses pengajuan KPR rumah subsidi sangat lama? Berikut ini beberapa alasanya:

Persyaratan yang kurang menunjang

Pastikan semua persyaratan yang dajukan oleh bank harus dipenuhi oleh pemohon. Jika ada kendala, segera konsultasikan ke marketing agar di carikan solusinya. Secara umum, syarat yang harus dipenuhi sebelum mengajukan proses KPR rumah subsidi adalah sebagai berikut:

  1. Pas Photo 3x4 pemohon dan pasangan (bagi yang sudah menikah)
  2. Fc KTP pemohon dan pasangan (bagi yang sudah menikah)
  3. Fc KK
  4. Fc Buku Nikah (bagi yang sudah menikah)
  5. Fc NPWP
  6. Surat Domisili (jika tempat tinggal tidak sesuai KTP)
  7. Surat Keterangan Aktif Kerja
  8. Fc Surat Pengangkatan Karyawan Tetap
  9. Slip Gaji 3 Bln terakhir
  10. Rek. Koran 3 Bln terakhir
  11. Laporan SPT-21

Data diri kurang valid

Sekarang sudah memasuki era E-KTP, dimana data kependudukan harus sama dan harus update antara yang tercatat di disdukcapil, kementrian pupr, dan dengan yang tercetak di fisik KTP. Berikut ini beberapa contoh kasus data diri yang kurang valid sehingga menyebabkan proses pengajuan KPR rumah subsidi yang sangat lama:
  1. KTP pemohon masih konvensional, belum elektronik. Untuk menyelesaikan masalah ini, silahkan lakukan perekaman KTP elektronik. Harus di lakukan sendiri, tidak bisa diwakilkan karena harus scan retina mata dan sidik jari.
  2. KTP sudah elektronik, tetapi belum bisa online sehingga tidak bisa di akses oleh beberapa instansi diantaranya Bank dan Kementrian pupr. Untuk masalah ini bisa datang ke disdukcapil dan meminta agar data ktp anda segera di onlinekan.
  3. Nama, NIK, Alamat, atau status perkawinan di KTP tidak sama dengan yang tercetak di KK, atau tidak sama dengan yang tercatat di disdukcapil. Untuk masalah ini anda juga harus datang ke disdukcapil untuk update data diri agar semua data diri sama.

Marketing kurang kompeten

Skill marketing dalam pemberkasan juga bisa berdampak pada Proses Pengajuan KPR Rumah Subsidi. Marketing yang sudah ahli, memiliki skill matrik yang tinggi, serta product knowledge yang tak diragukan lagi, pasti sanggup menyelesaikan berkas dalam waktu yang sangat singkat sebelum di serahkan ke bank. Begitu juga sebaliknya, jika anda di tangani oleh marketing yang kurang kompeten, bisa berdampak pada lama nya proses pengajuan KPR rumah subsidi.

Untuk melihat seberapa kompeten marketing, cobalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan kritis terkait pengajuan KPR rumah subsidi. Jika dirasa kurang sreg, anda bisa coba ke marketing yang lain.

Legalitas rumah belum beres.

Saat ini Bank semakin memperketat urusan legalitas rumah yang akan dijadikan agunan. Salah satunya adalah rumah harus sudah pecah sertifikat sebelum akad kredit. Hal ini lah yang membuat proses pengajuan kpr menjadi sangat lama. Pada tahun-tahun sebelum nya, sertifikat masih induk pun bisa proses akad kredit. Hal ini menjadi celah bagi developer yang bermodal minim, sehingga bisa jual rumah dulu baru urus sertifikat belakangan....

Sebelum ambil keputusan untuk KPR rumah subsidi, baiknya tanyakan dulu ke marketing. Pastikan legalitas dan sertifikat rumah yang di beli sudah memenuhi syarat untuk akad kredit

Kuota Rumah Subsidi FLPP Terbatas

Jangan heran jika proses pengajuan KPR anda sudah di acc, legalitas rumah sudah beres, tapi masih belum bisa akad kredit juga. Karena apa? Karena rumah subidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) itu ada kuota nya, dan terbatas! Misalkan, tahun ini pemerintah memberikan kuota rumah subsidi sebanyak 4.000 unit, artinya jika tahun ini rumah subsidi sudah terjual 4.000 unit maka bank tidak bisa lagi melaksanakan akad kredit rumah subsidi.

Solusinya pengajuan kpr rumah subsidi anda di pending hingga tahun depan! Dan biasanya akan dilakukan proses dari awal lagi, termasuk BI Checking ulang. Atau solusi lainya adalah menggunakan program selain FLPP, yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Memang sih, subsidi BP2BT kurang populer, karena angsuranya lebih tinggi dibandingkan dengan subsidi FLPP.

Janji Manis Marketing

Ini alasan paling miris kenapa proses pengajuan KPR rumah subsidi sangat lama. Anda harus waspada terhadap oknum marketing yang hanya mengincar Booking saja. Tidak perduli bahwa calon pembeli tidak layak untuk pengajuan KPR baik secara BI Checking maupun secara persyaratan, yang penting harus booking.

Contoh kasus, oknum marketing sudah mengetahui bahwa secara BI checking maupun persyaratan anda tidak layak untuk mengajukan KPR rumah subsidi. Namun demikian oknum marketing tetap memberikan janji manis, bahwa dia bisa menangani kendala / masalah dalam pengajuan KPR. Bahkan tidak sedikit oknum marketing yang meminta sejumlah uang untuk urusan ini dan itu, tapi hasilnya NOL BESAR.

Demikan artikel bagus properti mengenai alasan mengapa proses pengajuan kpr rumah subsidi sangat lama. Silahkan lanjut baca postingan Persyaratan KPR Agar Disetujui Oleh Bank, Dijamin Lolos!

Post a Comment